Senin, 08 April 2013

"you are the most beautiful gift for me"

"you are the most beautiful gift for me"
Puisi Anggun Langi Sripati Dewi

hey teman
teman yang slalu membuatku tertawa
dirimu menjadikan aku makin sempurna
hingga akhirnya mengubah suasana

hey teman
tawa yang kau berikan untukku
membuatku semakin bahagia

jalinan pertemanan yang kau berikan
menambah indah duniaku
aku bahagia
teman yang kuharapkan
melengkapi kekurangan
"you are the most beautiful gift for me"

Puisi: Merajut Tinta

Merajut tinta
Puisi Anggun Langi Sripati Dewi

Kata memang terdiri dari beberapa huruf
namun tahukah engkau
kata yang ditulis itu akan indah
jika dapat dihayati dengan penuh makna.

syair-syair yang kutulis
berjarumkan pena
merangkai indahnya karya
bernadakan kata
mengungapkan rasa
hingga merajut tinta

alunan jemariku
menyampaikan sebuah pemikiran yang harus kuhayati
berteman dengan kesepian
merajut tinta kata

Puisi: Cahaya Kalbu

Cahaya Kalbu
Puisi Anggun Langi Sripati Dewi

Pagi yang cerah
ditemani nyanyian burung yang merdu
membuatku ingat akan  kata hatiku
kata yang membuatku tak bisa melupakan sebuah nyala api
yang hingga kini menyadarkanku
bahwa dia memang tak layak untukku anggap

Dirinya yang slalu membakar api amarahku
Dirinya yang slalu tak pernah menganggapku
dan dirinya yang akan kulupakan
hingga akhir yang kujanji
hingga  awal lembaran baruku

Puisi: Embun yang Tak Berdaya

Embun yang tak berdaya
Puisi Anggun Langi Sripati Dewi

Aku memang bukan siapa-siapa
Diriku ?
Hanya setetes embun yang menyeruak tak berdaya
Hatiku ?
Hanya sebuah kalbu yang tak mampu berkata
Tapiii..
Tangisanku mengajarkan pentingnya air mata itu.
Dimana hawa sengsara akan ku usir
Tanpa setetes air mata

Semangat yang dulu pudar
Membuat ku semakin percaya
Bahwa takdir itu benar ada
Dan itu pasti selalu ada
Hasrat membangkitkanku
Tentang sebuah takdir yang mustahil berhembus kepadaku
Hingga akan membuat desir di padang pasir yang tandus
Untukku dan untuk yang menyayangiku

Minggu, 07 April 2013

Puisi: Menangis Dalam Sujud

Menangis Dalam Sujud
Puisi Mata Malaikat

Telah banyak kenikmatan
Yang kau berikan padaku
Namun semuanya hanyalah ku sia-siakan
Hidup ku Ini terombang-ambing oleh duniawi
Dunia yang penuh dengan dosa
Kini aku tak tahu lagi siapa diriku
Hatiku sudah gelap
Tak ada lagi cayaha yang menyinari
Tuhan…
Aku bertanya padamu
Masih adakah kesempatan untukku bertoubat
Masih ada kah tuhan….???
Bukankah kau masih
maha pengasih,penyayang,pemaaf
Aku tak tahu lagi harus kemana lagi
Untuk menembus dosa-dosaku
Semua jalan sudah ku tempuh
hanya padamu lah aku mengadu
Tak terasa air mata ku telah menetes
disajadah putih menangis dalam sujud
Memohan ampunanmu
Tuhan…
Bimbinglah batin dan jiwaku ini
Tuntutlah jalanku agar aku tak sesat menuju surgamu

(MataMata Malaikat)

Puisi: Pilihan

Pilihan
Puisi Siti Nur azizah

Tuhan..
andai aku bisa memilih Hidupku.
Mungkin aku kan Minta Hidup bersama ibuku,
aku ingin tau rasanya Di Peluk ,dicium , di sayangi , di kasihi , dan di
manja.

aku rindu suara lembut yang biasa menyadarkan ku dari tidurku..
aku rindu belaiyan hangat yang biasa menyentuhku ketika aku kedinginan.

tuhan..
Mungkinkah Semua kembali seperti dahulu ?
mungkinkah waktu mau memafkan masa lampau yang aku buang sia-sia ?

Tuhan engkau yang tau bagaimana Besarnya Asa ini yang aku Ucapkan di
hadapanmu.
hanya sujud dan doaku yang dapat aku lakukan saat aku merindukan semua
tentang ibuku.

Tuhan..
tolong sampaikan salam Rinduku kepada beliau betapa aku Merindunya , doa dan
Sujudku adalah tempat aku mengadukan kerinduanku di hadapanmu ya roobi

Kamis, 04 April 2013

Puisi: Wanita

Wanita
Puisi Mata Malaikat

senyum mu menggetarkan dunia
bagaikan api yang melelehkan besi
kau mahluk tuhan yang unik
cantik, menarik, menawan

kau di ciptakan dari tulang rusuk adam
begitu hebat nya dirimu
air mata mu air mata cinta
kelembutanmu seperti sutera
kasih sayang mu melebihi samudera
cinta kasih mu tak ada batas nya

kau bukan ibu kartini
kau bukan cut nya dien
tapi kau wanita yang hebat
wanita yang kuat

kaulah wanita indonesia
wanita yang sangat mulia

otot bukan senjata mu
pedang bukan sifatmu
cinta, kasih, sayang lah senjata terdahsyatmu
itulah jiwa dan hatimu

kau genggam dunia dengan senyummu
kau kepal samudera dengan kelembutanmu

tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa
tunjuk kan pada semua orang bahwa kita mampu
tunjukkan pada laki-laki,wanita itu bukan mahluk yang lemah
tunjuk kan pada negara kita juga bisa berkarya
tunjuk kan pada tuhan aku bukan mahluk yang cengeng

(Mata Malaikat)

Puisi: Kasih Sayangmu

Kasih Sayangmu
Puisi Mata Malaikat

sejak ku dilahirkan kedunia ini
telah kurasakan hangatnya kasih sayangmu
ditimang, dibelai, dengan lentik jarimu yang lembut
yang penuh dengan kehangatan dan cinta

kaulah bintang dalam hatiku
kaulah bulan yang selalu menerangi ku
dikala aku bersedih dan menangis
ibu kaulah orang yang sangat aku sayangi
aku kagumi di dunia ini

begitu hebatnya dirimu
belaian kasih sayang mu padaku
sungguh aku tak bisa membalas semua itu
hanya doa yang bisa ku berikan padamu

ibu terima kasih atas semua cinta
kasih sayang yang telah kau berikan padaku

(Mata Malaikat)

Puisi: Hanyalah Dirimu

Hanyalah Dirimu
Puisi Rini Supriatini

: Hanyalah Dirimu
Semakin berasa dengan kesendirianku
Saat hari-hari ku jauh darimu
Berasa bahwaku kehilanganmu

Hadirmu membawa keceriaan
Yang tak mampuku lupakan

Kau mampu meluluhkan hatiku
Dengan kasih indahmu

Kau mampu menghapus lukaku
Luka cinta yang begitu dalam
Karena cinta yang dulu telah hilang

Mungkin hanyalah dirimu
Yang saat ini ku harapkan
Kau mampu menghapus kesedihanku
Dan membawa kebahagiaan pada kehidupanku
Membalut hatiku yang luka
Luka karena cinta .....

Puisi: Cita yang Tak Sampai

Cita yang Tak Sampai
Puisi Nadlrotul Maghviroh

: Semua orang punya cita-cita
Tanpa terkecuali
Terkadang hanya beberapa orang bisa menggainya
Dan yang lain hanya melihat mereka yang sukses
Mukin aku masuk didalamnya
Cita-cita kuanggap sebagai pendorong
Pendorongku tuk tetap hidup
Tapi...
Cita kujadikan seperti sebuah prasasti
Prasasti yang amat cantik
Tapi ayah tlah putuskan
Tukku tak skolah lagi, esok...
Kurasakan ada sedikit retakan disana
Diprasastiku...
Sakit menusuk kalbu...
Cukup tuk mengakhiri hidupku
Aku mulai berfikir...
Kenapa aku tidak menghancurkan sekalian
Agar tak ada sakit yang ku derita
Tangis yang ku ungkapkan
Air mata yang ku kluarkan
Menghancurkannya dengan caraku sendiri
Ini bodoh
Memang bodoh
Kenapa ku tangisi?
Walau ku menangis takkan merubah putusan ayah
Putusan pahit yang harusku telan bulat-bulat
Tak dapat menggapai cita diri

Puisi Di Ruang Ini

Di Ruang ini
Puisi Mbah Kromo

Isi Otak mulai sombong ketika tergambar keinginan.....
keinginan tuk membuat tulisan-tulisan yang bermimpi
tentang pujian-pujian itu....
tentang kepenatan yang dibungkus omong kosong.....
tentang hidup.. mereka punya hidup masing-masing!
tentang tangis yang tidak pernah menitikan air mata....
tentang senyum yang banyak imitasinya....
tentang gelisah... yang tidak menjadikan resah...
tentang penampilan.. tuk menjual harga diri yang selalu telanjang
tentang pekerjaan... yang mengkamuflasekan kejongosan itu.

keringat dingin menyembur dari pori-pori kulit
perut yang mulus mulai keriput
wajah yang pas-pasan
mungkin terlalu “pas” sebagai manusia yang lupa akan masih kecil
aku bayi prematur...
Yang terlahir dikesusahan kemarau itu...
kelak saat aku besar menjadi kelihatan dungu
tapi banyak yang suka kedunguanku....

BURUAN....
segera tampar aku!
setelah itu ajari aku hidup di awal hari
dan merenungkan di malam hari
dan esok aku tidak ragu lagi untuk hidup lebih Pasti....

Rabu, 03 April 2013

Puisi: SEKEDAR BERTANYA ...

SEKEDAR BERTANYA ...
Puisi Mielawaty

Aku tidak perduli pada awalnya
Tapi Rasa Sakit ...
Dan Merasa Tercampakan
Membangkitkan Semua Emosi di Jiwa

Tapi Kau Berlalu Pergi ...
Seakan Antara Kita Tidak Pernah Ada...
Campakan Semua Kenangan ...
Yang Pernah Bangkitkan
Gairah di Jiwa ...

Pantaskah Dirimu Untukku ??
Haruskah Aku Bertahan dengan ini semua ??
Beribu Pertanyaan Bersemayam dalam Hati
Tapi ...
Tiada satu Jawaban ...

Hanya Do'a Yang Mampu Aku Lantunkan ...
Semoga Besok Lusa Tuhan Menjawab Semuanya ...
Semoga ...

Puisi: Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Puisi Mielawaty

Awalnya Sangat Indah
Begitu Indah ...
Tanpa Keraguan Di Hati ...
Diri Ini Yakin ,
Bahkan Begitu Yakin ...

Semula Ku Anggap
Dirimu Adalah Obat Luka Hati Dan Jiwa...
Kepolosan Sikap dan Perhatianmu
Hanyalah Sandiwara Semata ...

Sandiwara Cintamu ...
Yang Membuat Luka Baru di Hati...
Sungguh Kau Tak Pandai Menimbang Rasa ...

Puisi: Aku Titip Mama dan Papaku

Aku Titip Mama dan Papaku
Puisi Dianne Iman Migunani

: Masih ku ingat jelas, pilunya hati saat kau pergi.
Takkan pernah aku lupakan, air mata yang mengiringimu.
Ma,
Bila nanti hujan turun, siapa yang akan memayungiku ?
Ma,
Bila aku pulang ke rumah, siapa yang akan menyambutku ?
Ma,
Bila aku sakit, siapa yang akan merawatku ?
Ma,
Mama bilang, mama akan selalu bersamaku.
Mama bilang, mama akan selalu di sampingku.
Tapi,
Mengapa mama menyusul ayah ?
Mengapa mama tinggalkan aku ?
Mengapa mama biarkan gadis kecilmu ini hidup sendiri ?
Tuhan..
Mengapa Kau panggil mamaku ?
Tak bisakah Kau beri sedikit waktu, hingga aku dapat membuatnya tersenyum ?
Kepergian ayah masih aku rasakan perihnya.
Mengapa sekarang Kau ambil juga mamaku ?
Kini,
Aku harus memperjuangkan hidupku sendiri.
Bertahan, menghadapi setiap derasnya ombak yang menerjang.
Tuhan,
Aku titip mama dan papaku.
Jaga mereka.
Sayangi mereka layaknya mereka menyayangiku.
Sambut mereka dengan tangan lembut-Mu.
Izinkan mereka masuk dalam indahnya surga-Mu.
Kuatkan aku untuk hadapi semua ini.
Beri aku kesempatan, agar menjadi penopang senyum mereka,
Mama, papa..
Aku sayang kalian 